Sebuah Kisah di Malam Natal

December 25th, 2009 by ngomonggratis

christmas bird

Malam ini mengingatkanku pada sebuah kisah yang ditulis oleh Fyodor Dostoyevsky. Cerita tentang seorang anak yang terpisah dari keluarganya, sendirian, lapar, dan tidur di pinggir jalan. Ia menyaksikan kehangatan sebuah keluarga, lampu-lampu di pohon natal, kado, keceriaan……


Di antara dingin salju ia tertidur, memimpikan tentang kebahagiaan yang dilihatnya, keceriaan yang tak pernah dialaminya. Ia bermimpi berada di dalam rumah yang hangat bersama ayah, ibu, dan adik-adiknya. Merayakan malam natal dengan meriah seperti yang lain-lainnya. Mimpi itu membuat tidurnya tersenyum.


Pada pagi harinya, anak itu ditemukan sudah mati……


Selamat natal, semoga kedamaian milik kita semua……

Ucapan dan Kado: Cukupkah, Ibu?

December 22nd, 2009 by ngomonggratis

Hari ibu di Indonesia diperingati secara nasional setiap tanggal 22 Desember. Perayaan hari ibu saat ini lebih kepada ucapan terima kasih atas jerih payah seorang ibu sebagai ibu atau pun istri, dan yang telah melakukan segala tugas-tugas domestik: memasak, merawat anak, membersihkan rumah, sampai melayani segala kebutuhan anak dan suami. Kado dan persembahan buat para ibu di hari ibu yang teristimewa adalah membebaskan ibu dari segala tugas-tugas domestik tersebut.

Tapi tidakkah kita ingat bahwa tugas-tugas domestik dilakukan SETIAP HARI tanpa ada libur sama sekali? Jika hari ini kita membebaskan para ibu apakah kita merasa telah melakukan sesuatu yang luar biasa? Apakah kita sudah merasa memberikan sesuatu yang sangat untuk istimewa bagi para ibu? Memberikan mereka libur sehari SAJA dalam setahun? Ah, ayolah…..kamu bercanda?

pwen85l

Read the rest of this entry »

Beware, Suicide!!!

December 18th, 2009 by ngomonggratis

suicide

Berita di televisi semakin sering menayangkan liputan kasus bunuh diri. Ironis sekali, usaha bunuh diri dan bunuh diri bahkan tidak cuma dilakukan oleh orang dewasa dan remaja tapi juga anak-anak.

Masyarakat banyak yang menghujat para pelaku bunuh diri di sms atau pun facebook dalam sebuah acara talkshow tentang bunuh diri di TV One. Sebagian besar mengatakan bahwa pelaku bunuh diri itu seperti tidak punya iman. Really?

Bagaimana kalau kasus bunuh diri itu sampai menimpa anak mereka, orang tua mereka, istri mereka, suami mereka atau sahabat mereka? Atau malahan saat mereka menuliskan hujatan tentang pelaku bunuh diri, anak mereka sedang memikirkan hal itu? Apa yang mereka katakan?

Read the rest of this entry »

Luna Maya…Nasibmu Kini……

December 18th, 2009 by ngomonggratis

Saya tadinya tidak peduli dengan Luna Maya atau pun acara infotainment. Infotainment? Menurut saya ini sekedar penghalusan kata untuk tayangan gosip. Mereka menyebut kegiatannya adalah sebagai pewarta sehingga para pekerjanya disebut wartawan gosip, dan diakui oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), namun mereka tidak diterima dalam Aliansi Jurnalisme Indonesia (AJI).

Saya sendiri menganggap infotainment adalah acara yang konyol. “Artis cantik yang sedang naik daun ini dikabarkan dekat dengan si A. Tapi apakah temperamen mereka yang berbeda ini bisa menyatukan mereka ke atas pelaminan? Dan bla…bla….bla….bla……

“Kali ini kita melakukan bedah mobil artis seksi B yang telah meraih prestasi dan berbakat akting bla….bla…..bla…..bla……..”

Read the rest of this entry »

Menjelang Wisuda……Wuih…..

December 17th, 2009 by ngomonggratis

Kemarin aku menunggu temanku yang sedang ujian akhir. Wow…..menenegankan. Tik….tak…tik…tok….teng! Dua jam sudah aku menunggunya, dan…..horeee…..dia lulus!! So, kami bisa wisuda bareng bulan depan. Duh, temanku ini, ujian aja pakaiannya rapi banget. Pakai jilbab yang warnanya pas banget sama pakaian yang dipakainya.

Jadi, kampus kami adalah salah satu kampus yang mewajibkan semua mahasiswinya memakai jilbab, dan busananya pun harus longgar, tidak boleh ketat, menutup seluruh badan. Yang boleh keliatan ya cuma dua telapak tangan sama muka.

Cukup merepotkan juga sebenarnya buat aku yang aslinya memang nggak pake jilbab. Aku biasanya pakai pakaian seadanya. Cukup celana jeans atau celana kain hitam, kemeja lengan panjang, jilbab yang warnanya match sama warna kemeja, udah deh. Nggak banyak modifikasi lah, pokoknya.  Kadang-kadang pakai rok juga, sih. Soalnya koleksi jilbabku cuma sedikit.

Temenku yang satu ini di kesehariannya emang pake jilbab, sih. Tapi jangan salah……wuih…..suka ribet kalau soal penampilan, apalagi kalau ada acara-acara khusus. Pasti bisa hunting baju muslim ke mana-mana. Mungkin malah rela masuk hutan, naik-turun gunung juga. Hihihihi……*kalau ini berlebihan banget, deh*.

Hmm…..buat wisuda besok, aku berani taruhan kalau temenku ini bisa ngeluarin uang sampai jutaan buat pakaian dan make up acara wisuda kami nanti. Aku sih, bukan tipe orang yang rela mengeluarkan banyak uang dan energi untuk ngurusin penampilan dan make up, apalagi kalau ternyata hasilnya nggak memuaskan banget: warna pakaian terlalu menyolok, modelnya nggak cocok buat aku, apalagi kalau makenya ribet. Huh, nggak deh.

Aku cukup make up sendiri (untungnya bisa dandan dikit-dikit) untuk acara wisudaku nanti. Soalnya, aku liat teman-teman rela antri berjam-jam di salon dari pukul 3 pagi, dan waktu acara, make up mereka luntur oleh keringat, jadi makin keliatan tebal. Nggaaaaakkkkkk mauuuuuu……….

Untuk pakaian, pastinya aku nggak akan secuwek biasanya. Aku akan pilih busana muslim yang bahannya nggak panas, nyaman dipakai, modelnya pastinya aku pilih yang beda dari model yang biasa digunakan waktu lebaran. Sekarang kan, sudah banyak pilihan untuk baju muslim. Aku mau cari yang warnanya putih tulang atau yang silver. Warna lain juga nggak masalah asal cocok sama warna kulit dan lembut karena acaranya siang hari. Jilbabnya aku pilih warna yang agak kontras biar nggak pucat penampilanku nanti.

Benar-benar nggak sabar menunggu wisuda nanti. Aku juga pengen carikan baju muslim dan jilbab buat ibu, saudara perempuanku dan nenek, aaahhhhhh……..